Wednesday, February 1, 2012

Kerajaan Toma dan Jeria

Alkisah di suatu masa, terdapat 2 kerajaan yang senantiasa berperang satu sama lain. Sebut saja keduanya kerajaan Toma dan kerajaan Jeria. Hanya lautan luas lah yang dapat menjadi pemisah keduanya untuk terus mengobarkan peperangan satu sama lain. Nah, pada suatu ketika, seorang jenderal tangguh di utus oleh Raja Jeria untuk mengumpulkan 100 pasukan terbaik yang akan dibawa dalam misi gerilya TOP SECRET, menyusup ke dalam selimut. Oh, maksud saya ke dalam gerbang kerajaan Toma. Mereka berencana menyusup melewati rute laut  lain yang belum terjamah. Berbekal tekad kuat dan semangat membara sang Jenderal pun menahkodai kapal perang menuju pulau kerajaan Toma.

1 hari lewat. . .
1 minggu lewat . . .
hingga akhirnya salah seorang serdadu melihat daratan. Jenderal pun akhirnya merapatkan kapal besar tersebut. Setelah prajurit terakhir turun dari kapal, sang jenderal pun berorasi laiknya aktivis kampus (emang udah ada ya ??).  Setelah pidato yang membakar semangat maka sang Jenderal pun berinisiatif untuk membakar habis kapal perang guna melesatkkan semangat juang prajurit, agar mereka tidak berpikir untuk bisa kembali sebelum memenangkan pertempuran.

Taktik sang jenderal berhasil,dengan motivasi membumbung tinggi pasukan elit tersebut berlari menyerbu menaiki bukit, menuju kerajaan Toma. Namun, sesampainya di atas bukit sekumpulan pria macho berotot kawat itu terperanjat bukan main. Bukan kerajaan Toma yang mereka lihat melainkan sekompleks resort mewah tempat artis-artis mancanegara berlibur.
Singkat cerita ternyata mereka telah mendarat di pulau yang salah. Apa dinyana, ketan telah menjadi  bubur ketan, mereka terdampar di pulau yang salah dan tak dapat kembali karena terlanjur membakar kapal besar mereka.

Dan, berakhirlah karir mereka sebagai pejuang,berganti menjadi pegawai resor. . . . . .
hmmm, oke, sedikit berkhayal memang, tapi bukankah selalu ada pesan di balik cerita  seaneh apapun itu, haha

jadi adik2, moral apa yg bisa dipetikdari kisah absurd di atas ??
Joni : "anu, kapal kalo di bakar hangus Pak Guruu !!"

hm, bener juga itu Jon, yak apa lagi ?

Asep : "artis2 kalo berlibur di pulau Pak Guruu!"

 betul Asep, kamu mau jadi artis Sep ?
Asep : "ndak pak, Asep ndak suka pantai"

Ok,ok, kita akhiri saja segera, terkadang seseorang membutuhkan motivasi tambahan untuk meneguhkan semangatnya, dan seringkali kita mendengar istilaah "bakar kapal" agar kita tak lagi melihat ke belakang dan terus bergerak maju apapun halangannya, yup,pada kondisi tertentu mungkin itu ide yang bagus dan brilian. Namun, sebelum kita menyiram kapal-kapal dengan bahan bakar, dan meminjam korek api, alangkah baiknya kita melihat pulau tempat kita menentukan tujuan, apakah pulau itu layak untuk kita jadikan ladang kebaikan dan kesuksesan kita ??

No comments:

Post a Comment